Apasih Dampak kafein pada kehamilan dan minuman yang banyak mengandung kafein? Kopi adalah salah satu minuman favorit bagi
sebagian orang, mulai dari kalangan anak-anak sampai yang lansia sekalipun
gemar mengkonsumsi minuman berkafein satu ini. Tidak menutup kemungkinan ada
sebagian ibu hamil yang gemar mengkonsumsi kopi atau bahan kafein lainnya.
Bolehkah wanita hamil
itu minum kopi atau jenis minuman yang mengandung kafein ?
Pertanyaan ini sering
ditanyakan sama ibu hamil yang gemar mengkonsumsi kafein, sebagian dari ibu
hamil tersebut tidak tahu bahwa pada saat hamil tidak dianjurkan untuk minum
kopi.
Sebelum melangkah lebih jauh, harus diketahui bahwa kafein
memiliki efek stimulan dan diuretik.Ini berarti kafein dapat menyebabkan
peningkatan frekuensi buang air kecil (dapat memicu dehidrasi), serta
meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung janin.
Pada wanita hamil, kafein dapat pula mempengaruhi janin
setelah dibawa oleh darah melalui plasenta. Karena tubuh janin masih dalam
tahap pembentukan, kafein belum bisa dimetabolisme secara sempurna.
Efek kafein pada
orang dewasa bertahan selama enam jam, tetapi dampak kafein pada wanita hamil, mungkin
diperlukan waktu dua kali lebih lama sebelum efeknya menghilang.
Beberapa studi
menemukan hubungan antara jumlah tinggi konsumsi kafein dan pembuahan yang
tertunda. Wanita yang mengkonsumsi lebih 300 mg kafein per hari lebih mungkin
mengalami penundaan pembuahan (kehamilan menjadi tertunda).
Dosis di bawah 300 mg per hari tampaknya menjadi tingkat
konsumsi aman bagi wanita hamil atau yang ingin memiliki anak.
Beberapa penelitian
juga menunjukkan peningkatan resiko keguguran pada wanita yang mengkonsumsi
lebih dari 300 mg kafein per hari.
Banyak penelitian
yang dilakukan pada hewan menyatakan kafein dapat menyebabkan cacat lahir,
berkurangnya kesuburan, dan masalah reproduksi lainnya.
Meskipun banyak
wanita memilih menghindari kafein sepenuhnya, para ahli percaya bahwa konsumsi
kafein moderat (150 mg-250 mg per hari) tidak akan memiliki efek negatif pada
kehamilan.
Namun, sementara
sebagian besar wanita dan janin tidak mengalami efek negatif dari konsumsi
kafein moderat, sensitivitas kafein bervariasi pada masing-masing individu ibu
dan bayi.
Itu sebabnya,
hindari makanan yang mengandung kafein seperti coklat, kopi dan yogurt.
Pastikan untuk tetap terhidrasi dengan minuman seperti teh tanpa kafein, jus,
dan air.
Selama
masa kehamilan, lebih bijak untuk berhati-hati dan mengatur asupan kafein pada
tingkat yang aman untuk menghindari efek negatif pada ibu dan janin yang diakibatkan dari dampak kafein pada kehamilan. 
